Yusup Noor Firdaus
life
Minggu, 09 Agustus 2015
Minggu, 07 Juni 2015
mengetahui kepribadian diri sendiri
Tentang kepribadian macamnya ada 4 bagian yaitu Personality plus :
1. Sanguinis ( populer )
2. Melankolis ( sempurna )
3. Koleris ( kuat )
4. Plagmatis ( cinta damai )
Kita bahas dari sanguinis terlebih dahulu, jadi orang yang sanguinis itu cenderung ingin disenangi orang lain, hidupnya penuh dengan warna - warni, emosinya bergejolak. Orang yang berkarakter sanguinis mempunyai kelebihan suka bicara, antusias, ekspresif, ceria, rasa ingin tahunya tinggi , mudah berubah – ubah, berhati tulus, senang berkumpul, mudah berteman, dan menyukai orang lain, mudah memaafkan, mengambil inisiatif, spontanitas.
Dan ada juga kekurangannya yaitu suara dan tertawa keras, membesar - besarkan masalah , susah diam, mudah dikendalikan, sering minta persetujuan, konsentrasi pendek, mudah berubah – ubah prioritas kegiatan kacau, mendominasi percakapan, suka menyela, egoistis, dan mengulang cerita yang sama.
Yang kedua yaitu melankolis orang yang berkarakter melankolis hidupnya teratur, terjadwal, membentuk pola, suka fakta - fakta, data - data dan angka sering memikirkan secara mendalam, ingin serba sempurna dan teratur sepertinya kebalikannya sanguinis.
Kelebihan melankolis adalah penuh pikiran, serius dan bertujuan, terjadwal, musical dan kreatif, sensitive, mau mengorbankan diri, idealis, standart tinggi, perfectionis, terperinci, tekun, serba teratur, kalau sudah mulai harus selesai, menghindari perhatian, mau mendengar keluhan, setia, sangat memperhatikan orang lain.
Kelemahan melankolis adalah melihat masalah dari sisi negative, murung, tertekan, pendendam, merasa bersalah, citra diri rendah, tertekan pada situasi, terlalu menganalisa, dan merencanakan, sulit mengungkapkan perasaan.
Yang ketiga yaitu Koleris ciri – cirinya yaitu suka mengatur orang, tidak mau jadi penonton, senang tantangan, hanya saya yang bisa menyelesaikan masalah, tegas, kuat, cepat, tangkas, tidak ada yang tidak mungkin.
Kelebihan koleris yaitu seorang leader, pengambil keputusan, dinamis, aktif, sangat memerlukan perubahan, solutif, bergerak cepat, orientasi berfokus pada produktifitas, mau memimpin, punya visi.
Kekurangan koleris yaitu tidak sabar, cepat marah, sering memerintah, susah sekali santai, menyukai kontroversi, tidak suka yang bertele - tele, emosi tidak simpatik, gila kerja, sulit meminta maaf, banyak tuntutan pada orang lain.
Yang terakhir yaitu Plagmatis kita bahas sedikit tentang plagmatis. Plagmatis itu orang yang paling menghindari konflik, disuruh apa saja mau, rela sakit asalkan masalah selesai, dia tidak mau menyakiti orang lain, kalem, sangat sabar, jadi pendengar yang baik.
Kelebihan plagmatis yaitu mudah bergaul, santai, tenang, teguh, sabar, tidak banyak bicara, cenderung bijaksana, simpatik, baik hati, sering menyembunyikan emosi, kuat dibidang administrasi, penengah masalah yang baik, menyenangkan, humoris, peduli, mudah rukun dan damai.
Kekurangan Plagmatis yaitu khawatir, menghindari tanggung jawab, keras kepala, sulit kompromi, pendiam, pemalu, kurang berorientasi pada tujuan, sulit bergerak dan suka menunda – nunda masalah.
Dari penjabaran di atas, manakah sifat - sifat yang lebih dominan ada pada diri kita?? Apakah itu Sanguinis, Koleris, Melankolis atau Phlegmatis?
temukan jawabannya pada diri anda sendiri :)
1. Sanguinis ( populer )
2. Melankolis ( sempurna )
3. Koleris ( kuat )
4. Plagmatis ( cinta damai )
Kita bahas dari sanguinis terlebih dahulu, jadi orang yang sanguinis itu cenderung ingin disenangi orang lain, hidupnya penuh dengan warna - warni, emosinya bergejolak. Orang yang berkarakter sanguinis mempunyai kelebihan suka bicara, antusias, ekspresif, ceria, rasa ingin tahunya tinggi , mudah berubah – ubah, berhati tulus, senang berkumpul, mudah berteman, dan menyukai orang lain, mudah memaafkan, mengambil inisiatif, spontanitas.
Dan ada juga kekurangannya yaitu suara dan tertawa keras, membesar - besarkan masalah , susah diam, mudah dikendalikan, sering minta persetujuan, konsentrasi pendek, mudah berubah – ubah prioritas kegiatan kacau, mendominasi percakapan, suka menyela, egoistis, dan mengulang cerita yang sama.
Yang kedua yaitu melankolis orang yang berkarakter melankolis hidupnya teratur, terjadwal, membentuk pola, suka fakta - fakta, data - data dan angka sering memikirkan secara mendalam, ingin serba sempurna dan teratur sepertinya kebalikannya sanguinis.
Kelebihan melankolis adalah penuh pikiran, serius dan bertujuan, terjadwal, musical dan kreatif, sensitive, mau mengorbankan diri, idealis, standart tinggi, perfectionis, terperinci, tekun, serba teratur, kalau sudah mulai harus selesai, menghindari perhatian, mau mendengar keluhan, setia, sangat memperhatikan orang lain.
Kelemahan melankolis adalah melihat masalah dari sisi negative, murung, tertekan, pendendam, merasa bersalah, citra diri rendah, tertekan pada situasi, terlalu menganalisa, dan merencanakan, sulit mengungkapkan perasaan.
Yang ketiga yaitu Koleris ciri – cirinya yaitu suka mengatur orang, tidak mau jadi penonton, senang tantangan, hanya saya yang bisa menyelesaikan masalah, tegas, kuat, cepat, tangkas, tidak ada yang tidak mungkin.
Kelebihan koleris yaitu seorang leader, pengambil keputusan, dinamis, aktif, sangat memerlukan perubahan, solutif, bergerak cepat, orientasi berfokus pada produktifitas, mau memimpin, punya visi.
Kekurangan koleris yaitu tidak sabar, cepat marah, sering memerintah, susah sekali santai, menyukai kontroversi, tidak suka yang bertele - tele, emosi tidak simpatik, gila kerja, sulit meminta maaf, banyak tuntutan pada orang lain.
Yang terakhir yaitu Plagmatis kita bahas sedikit tentang plagmatis. Plagmatis itu orang yang paling menghindari konflik, disuruh apa saja mau, rela sakit asalkan masalah selesai, dia tidak mau menyakiti orang lain, kalem, sangat sabar, jadi pendengar yang baik.
Kelebihan plagmatis yaitu mudah bergaul, santai, tenang, teguh, sabar, tidak banyak bicara, cenderung bijaksana, simpatik, baik hati, sering menyembunyikan emosi, kuat dibidang administrasi, penengah masalah yang baik, menyenangkan, humoris, peduli, mudah rukun dan damai.
Kekurangan Plagmatis yaitu khawatir, menghindari tanggung jawab, keras kepala, sulit kompromi, pendiam, pemalu, kurang berorientasi pada tujuan, sulit bergerak dan suka menunda – nunda masalah.
Dari penjabaran di atas, manakah sifat - sifat yang lebih dominan ada pada diri kita?? Apakah itu Sanguinis, Koleris, Melankolis atau Phlegmatis?
temukan jawabannya pada diri anda sendiri :)
Senin, 04 Mei 2015
ilusi
Isi itu Kosong, kosong itu isi
Isi itu kosong, kosong itu isi, segala sesuatu itu ilusi.
Inti pembelajaran adalah tentang ilusi duniawi, bahwa banyak hal yang manusia kejar itu sebenarnya kosong tidak berisi.
Mari kita lihat kalimat pertama: Isi itu kosong.
Sementara Anda memperhatikan layar monitor Anda, perhatikan bahwa tulisan dan gambar di layar monitor Anda itu sebenarnya hanyalah sekumpulan pixel warna tanpa bentuk.
Pixel-pixel itu sendiri pada dasarnya terdiri dari atom-atom yang sebenarnya kosong, dengan ruang kosong yang besar diantara inti atom dan molekul-molekulnya.
Jadi, tidak hanya pixel, semua benda padat, yang kelihatannya ‘berisi’, kalau dibedah ke atom-atomnya, itu sebenarnya ko-song.
Lalu, apa yang dimaksud dengan isi?
Kedua, kosong itu isi.
Apakah alam semesta itu kosong?
Tidak!
Di antara ruang ada partikel-partikel cahaya dan juga debu-debu, yang tidak terhitung jumlahnya.
Lalu, apa yang disebut dengan kosong?
Apakah kosong itu disebut kosong karena tidak terlihat oleh mata atau karena tidak terkodekan oleh indra kita yang lain?
Yang sering kita rasakan kosong itu sebenarnya isi.
Dalam meditasi, ketika kita mengosongkan diri, maka sebenarnya kita sedang mengisi.
Ketiga, segalanya hanya ilusi.
Ya, banyak manusia yang mengejar ilusi.
Kekayaan, Nama, Wanita, tahta, pengaruh, ketenaran, populer, rumah besar, deposito, semuanya kelihatan begitu berisi, padahal hanya ilusi.
Bahkan, ada manusia yang mengejar ilusi dengan korupsi, atau dengan cara-cara yang dengan sengaja menabrak perintah Ilahi. Apa yang dapat ia bawa ke alam surgawi, nanti?
Jika yang terlihat itu ilusi, apakah tidak sebaiknya kita mengejar yang isi?
Izinkan saya menutup artikel ini dengan sebuah kutipan:
“Kunci untuk memahami diri adalah hati – bukan hati secara fisik melainkan hati yang diberikan Tuhan kepada kita, yang datang kedunia ini sebgai pengelana yang mengunjungi negeri asing dan akan segera kembali ke negeri asalnya”
Semoga bermanfaat.
Isi itu kosong, kosong itu isi, segala sesuatu itu ilusi.
Inti pembelajaran adalah tentang ilusi duniawi, bahwa banyak hal yang manusia kejar itu sebenarnya kosong tidak berisi.
Mari kita lihat kalimat pertama: Isi itu kosong.
Sementara Anda memperhatikan layar monitor Anda, perhatikan bahwa tulisan dan gambar di layar monitor Anda itu sebenarnya hanyalah sekumpulan pixel warna tanpa bentuk.
Pixel-pixel itu sendiri pada dasarnya terdiri dari atom-atom yang sebenarnya kosong, dengan ruang kosong yang besar diantara inti atom dan molekul-molekulnya.
Jadi, tidak hanya pixel, semua benda padat, yang kelihatannya ‘berisi’, kalau dibedah ke atom-atomnya, itu sebenarnya ko-song.
Lalu, apa yang dimaksud dengan isi?
Kedua, kosong itu isi.
Apakah alam semesta itu kosong?
Tidak!
Di antara ruang ada partikel-partikel cahaya dan juga debu-debu, yang tidak terhitung jumlahnya.
Lalu, apa yang disebut dengan kosong?
Apakah kosong itu disebut kosong karena tidak terlihat oleh mata atau karena tidak terkodekan oleh indra kita yang lain?
Yang sering kita rasakan kosong itu sebenarnya isi.
Dalam meditasi, ketika kita mengosongkan diri, maka sebenarnya kita sedang mengisi.
Ketiga, segalanya hanya ilusi.
Ya, banyak manusia yang mengejar ilusi.
Kekayaan, Nama, Wanita, tahta, pengaruh, ketenaran, populer, rumah besar, deposito, semuanya kelihatan begitu berisi, padahal hanya ilusi.
Bahkan, ada manusia yang mengejar ilusi dengan korupsi, atau dengan cara-cara yang dengan sengaja menabrak perintah Ilahi. Apa yang dapat ia bawa ke alam surgawi, nanti?
Jika yang terlihat itu ilusi, apakah tidak sebaiknya kita mengejar yang isi?
Izinkan saya menutup artikel ini dengan sebuah kutipan:
“Kunci untuk memahami diri adalah hati – bukan hati secara fisik melainkan hati yang diberikan Tuhan kepada kita, yang datang kedunia ini sebgai pengelana yang mengunjungi negeri asing dan akan segera kembali ke negeri asalnya”
Semoga bermanfaat.
Kamis, 02 April 2015
Tertawa dapat membuat jatuh cinta
Jakarta - Apa yang Anda cari ketika bicara tentang pasangan ideal? Mungkin tak sedikit yang akan menjawab, "Orang yang bisa membuat saya tertawa."
Dalam survei yang dibuat oleh situs percintaan, Love Struck menemukan bahwa 28 persen wanita akan mengencani pria yang bisa membuatnya tertawa. Meskipun wajahnya tidak atraktif ataupun pilihan busananya kurang fashionable.
Dari penelitian itu juga disebutkan bahwa komedian seperti John Bishop digandrungi 48 persen responden wanita. 25 persen lainnya mengatakan bahwa pria yang bisa membuatnya tertawa akan lebih mungkin mendapat kesempatan kencan kedua. Namun ada 36 persen wanita lainnya yang tetap mementingkan penampilan atraktif sebagai acuan memilih pasangan potensial.
Sebuah penelitian lainnya dari tahun 2009 menyebutkan, wanita akan menganggap pria yang lucu lebih pintar dan bisa dipercaya. Para wanita menjadikan selera humor sebagai indikasi untuk menilai kepintaran seseorang.
"Mereka yang kesepian mengungkapkan bahwa wanita mencari seseorang dengan selera humor yang baik sebagai pasangan potensial. Mereka menjadikan humor sebagai indikasi kepintaran yang membuat pria lebih atraktif," ujar Kristofor McCarty, dari Northumbria University yang membuat studi ini.
Lantas apakah hal ini juga berlaku bagi pandangan pria kepada wanita? Sebanyak 64 persen pria mengatakan jika teman kencannya sangat lucu, itu tak akan memengaruhi penilaian lainnya. Sementara 8 persen lainnya mengatakan bahwa tawa akan mengarahkan ke akhir yang bahagia.
Dalam survei yang dibuat oleh situs percintaan, Love Struck menemukan bahwa 28 persen wanita akan mengencani pria yang bisa membuatnya tertawa. Meskipun wajahnya tidak atraktif ataupun pilihan busananya kurang fashionable.
Dari penelitian itu juga disebutkan bahwa komedian seperti John Bishop digandrungi 48 persen responden wanita. 25 persen lainnya mengatakan bahwa pria yang bisa membuatnya tertawa akan lebih mungkin mendapat kesempatan kencan kedua. Namun ada 36 persen wanita lainnya yang tetap mementingkan penampilan atraktif sebagai acuan memilih pasangan potensial.
Sebuah penelitian lainnya dari tahun 2009 menyebutkan, wanita akan menganggap pria yang lucu lebih pintar dan bisa dipercaya. Para wanita menjadikan selera humor sebagai indikasi untuk menilai kepintaran seseorang.
"Mereka yang kesepian mengungkapkan bahwa wanita mencari seseorang dengan selera humor yang baik sebagai pasangan potensial. Mereka menjadikan humor sebagai indikasi kepintaran yang membuat pria lebih atraktif," ujar Kristofor McCarty, dari Northumbria University yang membuat studi ini.
Lantas apakah hal ini juga berlaku bagi pandangan pria kepada wanita? Sebanyak 64 persen pria mengatakan jika teman kencannya sangat lucu, itu tak akan memengaruhi penilaian lainnya. Sementara 8 persen lainnya mengatakan bahwa tawa akan mengarahkan ke akhir yang bahagia.
Langganan:
Postingan (Atom)